Wahai.. arwah ku yang masih berselimut jassad tebing curam susuri saja
Atau .. terbanglah sebebas kemauan ..
Tinggalkan saja kampung halaman mu yang kumuh yang mulai penuh luapan air mata
Merdekakan keinginanmu memenuhi kedamaian negri yang sesungguhnya
by; sepenggal doa walet
Tanah air di belaian kasih sayangyg benar-benar hag atas dirimu..
Duhai .. arwah ku yg masih senang bermimpi di bumi yang berfatamorgana ini
Duduk dan bersimpuhlah di ujung pintu kematian,
berbatas do'a-do'a para suci.. nikmatilah kidung-kidung kepasrahan
mulailah menggenangi jiwa dengan rasa rendah diri serta air mata di secawan anggur nistamu
Faffiru illalloh ...
di sepenggal usiamu
jangan lagi kau hiraukan lagu-lagu durjana
laksana ombak yang memabukkan
Butakan saja mata
Tuli itu lebihkan sempurna
Asal hati berpijar sinar-sinar firman
Wahai.. arwah ku yang rindu kecintaan
teriring lekas fafiruillalloh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar