Dari ayat diatas menjelaskan bahwa sebelum ruh mansia dimatikan/ditidurkan/disekap didalam Qudsi-Nya yang Agung , merekapun telah mengadakan perjanjian dengan Tuhannya dimana mereka berjanji untuk beriman dan takwa kepada Tuhan setelah mereka di turunkan ke bumi. Dan ternyata setelah mereka di turunkan ke bumi dan mendapatkan tugas ke Khalifahan nya di muka bumi, ada yang beriman dan ada pula yang kafir. ada yang taqwa dan ada pula yang fasiq. Mereka menjadi kafir dan menjadi Fasiq adalah karna mereka terbuai dengan nikmat dunia dan segala isinya. Mereka lupa akan janjinya kepada Tuhan ketika masih berbentuk Roh di alam Qudsi-Nya yang Agung. Siapa yang kafir dan fasiq terhadap janjinya itu .? tak lain dan tak bukan adalah para pembual di rumah Tuhan.
Tujuan utama Tuhan mengadakan sumpah dengan mereka adalah agar mereka kelak setelah mereka di hidupkan di bumi dan di kembaikan ke alam akhirat , mereka tidak mengelak dan tidak melupakan janjinya serta mereka tidak menyalahkan nenek myang mereka.
Dari ayat diatas juga dapat dipahami bahwa ruh manusia sesungguhnya telah di lengkapi Tuhan dengan pendengaran, penglihatan, dan akal pikir, begitu juga dengan jassadnya, dimana jassad manusia juga di lengkapi Tuhan dengan pendengaran, penglihatan dan akal pikiran setelah bentuk tubuh mereka di sempurnakan Tuhan.
Barang siapa yang mengikuti pendengaran, penglihatan , dan akal pikiran ruh nya, maka pastilah mereka akan beriman dan taqwa pada Tuhan. Akan tetapi apabila manusia mengikuti pendengaran , penglihatan dan akal pikiran jassadnya, maka pastilah mereka akan menjadi orang yang kafir dan fasiq.
Hanyalah para pembual saja yang selalu mengikuti pendengaran penglihatan dan akal pikiran jassadnya
Lumpuhnya pendengaran, penglihatan , dan akal pikiran Roh para pembual di rumah Tuhan itu disebabkn karena mereka selagi hidup didunia mempertuhankan pendengaran, penglihatan dan akal pikiran jassadnya. mereka tidak memperdulikan suara ruhnya karena mereka terbuai dengan indahnya dunia dan segala isinya. padahal dunia dan segala keindahan isinya Tuhan ciptakan hanya untuk iblis dan para pengikutnya.Jadi barang siapa yang mengikuti pendengaran, penglihatan dan akar pikir jassadnya mereka adalah pengikut iblis yang nyata. Siapa lagi yang menjadi pengikut iblis kalo bukan para pembual di rumah Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar