By; Illam
Wahai keindahan alam cinta
Ajaklah aku berlayar bersama kemurnianmu
Berlayar diatas samudra ketulusan biru
Ajarkan kepadaku untuk menjadi nahkoda atasnya
Perlihatkan kepadaku pasang surut
Perdengarkan tembang-tembang gelombang badai
Dan berikan makna dari hakikatnya
Dalam keperkasaan ombakmu
Berikan nafas keberanian kepadaku
Sematkan pada jantung nadi
Agar aku menjadi penakluk atas gemuruh rindu
Saat larut dalam sendiri
Wahai keindahan alam cinta
Terserah mau kemana kau antarkan aku
Disudut pantai yang mana kau lepaskan
Aku telah percaya pada perjalanan ini
Terlalu percaya....
-bahkan tak penting bagiku
mata angin dan segala arah pandangnya,lagi.
Sebab mercusuar telah kau nyalahkan dibatasan paling suci
Di bibir sbuah pulau yang belum pernah aku temui
Dingin,..
Lembut,..
Tegar,..
Yang sebagian karangnya tergores jejak-jejak lama.
hemm..."setiap hati punya kemauan untuk berbagi rasa ..walau sekedar lewat bait-bait kata ..untaian kata-kata..secara apa yg tak bisa bibir untuk mengungkap kan nya ..hanya sepenggal GORESAN..mengharap kebijakan hati mengalir dan mengalir.." salam.
Sabtu, 28 April 2012
Rabu, 25 April 2012
AKU INGIN
Ahh..kemana larinya
Begitu dalamkah aku tenggelam
Hingga aku tak lagi mampu bergerak
Tuk mengungkapkan bahasa hati
Yang meluas laut langit, penuh.
Suara menjadi karang bisu
Terhantam gemuruh-gemuruh tak berkesudahan
Tak aku bisa, seperti serongga yang kosong.
Dalam parau suasana ini
Ingin aku berteriak
Merobek-robek samudra
Mencabik-cabik pikiranku sendiri
Membakar kecamuk-kecamuk hati
Aku telah bosan berpuisi
Aku telah muak bersenandung sair-sair diam
Aku lelah merenung dalam bingung
Aku tak ingin kematian dalam illusi perih
Aku berharap tetap seperti angin
Aku berharap tetap menjadi butir-butir air
Aku...aku...ingin selalu berangin air
-bening leluasa menoreh segala ruang waktu

Selasa, 24 April 2012
Aku Bukan Dewa
Jangan kau seperti itu
Menduka lara merajut resah
Putihkan hati di ruang waktu
Airmata telah menelaga biarlah sebagai benggala
Adakah kau mengerti
Aku tak selalu menjagamu dengan diriku
Ketulusan bening selalu mewakili
Perkasa menjaga hari dan sendirimu
Aku bukan dewa yang sempurna
Yang mampu menawarkan segalanya
Tapi ijinkan aku menjelma menjadi budakmu
Ku jadikan engkau sang putri di taman rinduku
Kan kujaga airmatamu tetap ditempatnya
Takku relahkan tumpah setetes pun jua
Hanya itu mungkin yang mampu ku persembahkan
Sebab aku tetap, sebagai yang kau tahu
Bukan dewa pemilik segala cinta
Yang selalu bersenandung kidung puja
By;Walet
Menduka lara merajut resah
Putihkan hati di ruang waktu
Airmata telah menelaga biarlah sebagai benggala
Adakah kau mengerti
Aku tak selalu menjagamu dengan diriku
Ketulusan bening selalu mewakili
Perkasa menjaga hari dan sendirimu
Aku bukan dewa yang sempurna
Yang mampu menawarkan segalanya
Tapi ijinkan aku menjelma menjadi budakmu
Ku jadikan engkau sang putri di taman rinduku
Kan kujaga airmatamu tetap ditempatnya
Takku relahkan tumpah setetes pun jua
Hanya itu mungkin yang mampu ku persembahkan
Sebab aku tetap, sebagai yang kau tahu
Bukan dewa pemilik segala cinta
Yang selalu bersenandung kidung puja
By;Walet
Minggu, 22 April 2012
Alam Malam
by; Antok Walet Ireng
Rembulan melingkar penuh dipenghujung malam
Bertabur mega berarak bergandeng tangan
Menari-nari melukis kemesraan dalam
Sepertinya malam sengaja menabur keindahan
Mencumbuhi ujung ranting-ranting pepohonan
Menenbangkan nyanyian kasmaran
Cahayanya membasuh rindu dan hayal
Dilingkar malam ini
Cemburu aku pada kenyataan
Menetes sedih airmata hati
-tak adakah sedemikian singgah di kalbu
sepintas saja diruang yang mulai kering?
Ah...alam malam tetesi aku dengan itu
Setetes saja,....sekali saja..!
Cukupkan dahagaku.
Rembulan melingkar penuh dipenghujung malam
Bertabur mega berarak bergandeng tangan
Menari-nari melukis kemesraan dalam
Sepertinya malam sengaja menabur keindahan
Mencumbuhi ujung ranting-ranting pepohonan
Menenbangkan nyanyian kasmaran
Cahayanya membasuh rindu dan hayal
Dilingkar malam ini
Cemburu aku pada kenyataan
Menetes sedih airmata hati
-tak adakah sedemikian singgah di kalbu
sepintas saja diruang yang mulai kering?
Ah...alam malam tetesi aku dengan itu
Setetes saja,....sekali saja..!
Cukupkan dahagaku.
Sabtu, 21 April 2012
That I am the Power of Time
By: Antok Illam
My fixed male genital
Although you castrated me, the love chain
I also had to fly to the clouds are so brave
Though now i one by one you pull the hairs on the entire wing
Now I was still a man
In a thick piece of cloth covering the dingy
Bowed at the feet of gray that you created
Whip the rest of your blue bruises on the face of the liver
Made an impression,
Pus and dried blood in her eyes
So mighty you hurt all over my love
With a gentle smile penyayat mind sharp
I fixed him up whenever
Little man who tried to stand back
Tuk miss a drop of water to wash the throat wound
In a dog-eared hood
I wanted to look back a ray of light
With the rest of the fragile fist
In face-to-eye ideals remain empty
I want to once again shout at the universe
When the morning to greet the day
I am a born-again power ....!
O the Nature .... help me ..!. (In the muttered softly).
My fixed male genital
Although you castrated me, the love chain
I also had to fly to the clouds are so brave
Though now i one by one you pull the hairs on the entire wing
Now I was still a man
In a thick piece of cloth covering the dingy
Bowed at the feet of gray that you created
Whip the rest of your blue bruises on the face of the liver
Made an impression,
Pus and dried blood in her eyes
So mighty you hurt all over my love
With a gentle smile penyayat mind sharp
I fixed him up whenever
Little man who tried to stand back
Tuk miss a drop of water to wash the throat wound
In a dog-eared hood
I wanted to look back a ray of light
With the rest of the fragile fist
In face-to-eye ideals remain empty
I want to once again shout at the universe
When the morning to greet the day
I am a born-again power ....!
O the Nature .... help me ..!. (In the muttered softly).
Akulah Sisa Kekuatan Itu
By; Antok Illam
Kelaminku tetap lelaki
Walau kau kebiri diriku, dengan rantai cintamu
Aku pun pernah terbang ke awang-awang begitu berani
Walau kini satu persatu kau cabuti bulu-bulu di seluruh sayap
Kini aku pun tetap lelaki
Dalam tudung selembar kain tebal yang kumal
Tertunduk di kaki mendung yang kau ciptakan
Memar biru sisa cambukmu pada muka hati
Membekas dalam,
Nana dan darah mengering dipelupuk matanya
Begitu perkasa kau lukai sekujur cintaku
Dengan senyum lembut tajam penyayat kalbu
Sampai kapanpun aku tetap lelaki
Lelaki kecil yang mencoba berdiri kembali
Merindukan setetes air tuk membasuh kerongkongan luka
Dalam tudung kumal
Aku ingin menatap kembali secercah cahaya
Dengan sisa kepalan tangan yang rapuh
Dalam tatap mata kosong tetap tersimpan cita
Aku ingin sekali lagi berteriak pada jagat raya
Saat pagi menyapa hari
-akulah kekuatan yang terlahir kembali....!!!
Wahai sang alam ....bantu aku..!!!.(lirih dalam gumam).
Kelaminku tetap lelaki
Walau kau kebiri diriku, dengan rantai cintamu
Aku pun pernah terbang ke awang-awang begitu berani
Walau kini satu persatu kau cabuti bulu-bulu di seluruh sayap
Kini aku pun tetap lelaki
Dalam tudung selembar kain tebal yang kumal
Tertunduk di kaki mendung yang kau ciptakan
Memar biru sisa cambukmu pada muka hati
Membekas dalam,
Nana dan darah mengering dipelupuk matanya
Begitu perkasa kau lukai sekujur cintaku
Dengan senyum lembut tajam penyayat kalbu
Sampai kapanpun aku tetap lelaki
Lelaki kecil yang mencoba berdiri kembali
Merindukan setetes air tuk membasuh kerongkongan luka
Dalam tudung kumal
Aku ingin menatap kembali secercah cahaya
Dengan sisa kepalan tangan yang rapuh
Dalam tatap mata kosong tetap tersimpan cita
Aku ingin sekali lagi berteriak pada jagat raya
Saat pagi menyapa hari
-akulah kekuatan yang terlahir kembali....!!!
Wahai sang alam ....bantu aku..!!!.(lirih dalam gumam).
Kamis, 19 April 2012
Dalam Genggam Pagi
Dalam genggam pagi
Pawana berputar-putar melingkari awan bertudung
Seolah mencuri hati pada rinai putih-putih
Mentari muncul tenggelam menguap resah
Membongkar mimpi di antara jerumbai para dewa
Aku diam menolak gundah
Bagai anak gahara merindui sang raja
Dalam genggam pagi
Hati belingsatan berserak dijantung hari
*Antok Walet Ireng*
Pawana berputar-putar melingkari awan bertudung
Seolah mencuri hati pada rinai putih-putih
Mentari muncul tenggelam menguap resah
Membongkar mimpi di antara jerumbai para dewa
Aku diam menolak gundah
Bagai anak gahara merindui sang raja
Dalam genggam pagi
Hati belingsatan berserak dijantung hari
*Antok Walet Ireng*
Rabu, 18 April 2012
EPISODE CINTA
Senja hampir mengetuk pintu rumahku
Siang berpamitan sejurus aku tertidur
Mendung memberi kesan tak berarti duka
Rinai gerimis sejukkan bunga-bunga diberanda
Di angan tak selagi sebatas angan
Dalam kenyataan yang belum sempurna
Wajahmu seperti terkait dijendela hati
Saat begitu aku rindu padamu
Sepertinya episode cinta tengah bergulir
Bak bola-bola salju semakin bergulir,
menguasai seluruh gerak nafasku.
Mengalahkan ego dan tak peduliku
Sebangsat apa kau menguasai hari dan waktuku?
-mungkin sair secuil ini imajinasi tentang dirimu
BY; ANTOK WALET IRENG
Minggu, 15 April 2012
CATATAN KUMAL...
Kenapa harus di tekuk-tekuk seharusnya biar lurus-lurus saja kan enak.
Berubah baek kenapa kok sulit?. Apa semua harus di tekak tekuk?.
Apa harus semua di bonsai, dikerdilkan dengan semua kekerdilan keinginan kita.
Tak mudah menjadi keindahan, keindahan indah yang di paksakan akan berujung pada kemunafikan, walau indah itu baek.
Indah itu di dalam, didalam yang teramat dalam. Bukan hanya di dalam yang masih mampu dibuat indah yang terbit dari sebuah keinginan.
Keinginan adalah sumber penderitaan, didalam yang terdalam dalam indah di atas keindahan
di situ kosong , tanpa warna, mengapa....?
Sebab apa pun yang mengubah kemurnian tak lebih dari sebuah nyanyian serigala dimalam buta, esok di terbit surya tembangnya termakan kembali oleh perkasanya sinar.ngerti gak ngerti karepmu...............
Walet...
Sabtu, 14 April 2012
KUCING EMAS

Bulu berwarna mulai dari pirang coklat muda sampai hitam. Pada bagian kepala dan bagian bawah ekornya terdapat garis putih yang dapat dilihat dengan mudah. pada tahun 1996, melalui Photo Trapping, Untuk pertama kalinya berhasil terpetret seekor kucing Emas yang berwarna hitam pekat. Satwa ini dapt ditemukan mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 2.000 m dari permukaan laut.
Hidupnya tidak sesoliter jenis kucing yang lain dan sering terlihat bergerak dalam kelompok, keluarga atau berpasangan. Umumnya satwa ini bergerak di daratan meskipun mereka pandai memanjat dan aktif disiang hari, meskipun mereka pemburu yang ulung di waktu malam. Lokasi yang diperkirakan merupakan habitatnya adalah Tandai dan Gunung Seblat.
Dan ada suatu artikel yang menyatakan:
Kucing Emas biasa di sebut Golden cat atau Fire cat, hewan ini termasuk salah satu hewan yg ikut dikampanyekan Cegah Satwa Punah oleh komunitas Adsense Surabaya. Kucing emas (Catopuma temminicki) merupakan salah satu dari tujuh jenis kucing yang hidup di dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Ciri utama dari Kucing Emas adalah hampir seluruh tubuhnya berwarna cokelat ke emas2an (sesuai namanya) tetapi ada juga yg berwarna abu abu atau coklat tua. Ada juga yg berwarna hitam dan jenis ini adalah jenis paling langka!


Lebih besar dari sepupunya dari Afrika, kucing emas Temminck Asia berukuran sebesar anjing. Ada lagi yang disebut Fishing Cat yang ditemukan di beberapa bagian dunia lainnya, yang ukurannya juga agak serupa. Wozencraft, dalam penjelasannya yang kontroversial mengenai sistim klasifikasi mengenai binatang ini tahun 1993 menganggap kucing emas Temminck adalah jenis Catopuma, bersama dengan kucing teluk Borneo yang dikatakannya merupakan salah satu versi dari kucing Temminck (Wozencraft 1993) juga. Kucing emas Afrika terpisah dari dua spesies itu dan kini berdiri sendiri dengan jenis (genus) Profelis. Semua kucing-kucing ini diklasifikasikan Sebagai Felis.
haxims.blogspot.com SUMBER "ADA APA SEKARANG'
APA ARTI...
Perhatikan kodenya, HB, B, 2B, 4B, dst.
Beberapa mungkin tau kalau kode itu merupakan tanda tingkat kehitaman pensil.
Makin besar angka di depan huruf B, makin tinggi tingkat kehitaman pensilnya, tapi sedikit sekali yang tau kepanjangan huruf-huruf itu.
Ini penjelasannya
Unsur utama pensil adalah percampuran grafit dan tanah liat dimana dengan ragam rasio antara keduanya akan menghasilkan hasil yang berbeda. Apabila tanah liat dikurangi maka grafit akan mendominasi volume yang ada sehingga hasilnya akan semakin hitam, begitupun apabila tanah liatnya terlalu banyak maka hasilnya akan memudar (tidak terlalu hitam) akan tetapi batangnya lebih keras.
Bila terlalu banyak grafit maka batang pensil akan sangat lembut tetapi juga lebih cepat aus. Sedangkan bila menggunakan pensil yang terlalu sedikit grafit maka untuk menghitamkannya perlu beberapa kali goresan yang tentu juga akan mengauskan kertas.
Jadi penggunaan pensil (khususnya saat menggambar) sebaiknya bukan melulu dengan bermain pada jumlah goresan melainkan dengan menggunakan komposisi pensil yang sesuai.
Komposisi tersebut bisa kita ketahui karena pasti tercetak / tertulis jelas pada batang pensil. Unsurnya adalah 3 huruf yaitu H, F dan B.
H berarti Hardness (yaitu tingkat kekerasan, skalanya antara H, 1H sampai 9H, semakin tinggi angkanya berarti semakin keras).
F berarti Fine (yang diperuntukan utk menulis dan tanpa skala).
B berarti Blackness (tingkat kehitaman dari mulai B, 1B, 9B bahkan 9xxB).
Misalkan:
1. HB berarti lebih keras dan lebih hitam dari F
2. 2B lebih hitam dan tidak keras.
3. HHBBB berarti lebih keras 2 kali lipat dan sangat amat hitam. Dapatkah kita membayangkan seberapa hitam pensil 9B itu?
Adapun pengkodean tersebut adalah mengikuti cara Inggris yang de facto lebih dianut sebagai kode internasional sedangkan Amerika membuat pengkodean sendiri yang terbatas pada penggunaan yang paling umum yaitu #1 (B), #2 (HB), #2½ (F), #3 (H) dan #4 (2H).
Ada satu hal yang menarik dalam pengkodean pensil tersebut bahwa ternyata sebenarnya "tidak ada standar internasional penentuan kadar grafit dan tanah liat bagi setiap produsen pensil" jadi kehitaman pensil 2B pada pensil merk "Anu" bisa berbeda dengan 2B pada pensil merk "Itu".
SUMBER 'ADA APA SEKARANG NEW'
Jumat, 13 April 2012
Memasak Ala Walet Kepepet.....
By; Walet
Ni resep masakan, boleh juga tuk sarapan dengan porsi makan biasa.
Bisa untuk 3 gelintir manusia yang gak rakus-rakus amat. Dengan membeli satu bungkus mie instan yang harganya kurang dari 2.000 rupiah dan tahu sepotong yang juga berharga kurang dari 2.000 rupiah kita dah bisa makan bersama 3 orang teman, masakan ini dalam kategori masakan "opo ono ne" gak berlaku bagi yang kehidupannya dah mapan. Waktu memasaknya pun tak lebih dari sepuluh menit,asal bahan-bahan dah siap.....
Lantas aku belum punya nama tuk resep ini jadi silakan sebut apa saja semau kalian,..Nah...!
Bahan;
1. Tahu satu potong.
2. Mie instan (goreng) satu bungkus.
3. Minyak goreng dua sendok makan
Bumbu;
1. Kunyit satu cm.
2. Merica lima butir.
3. Daun jeruk dua lembar.
4. Bawang putih satu siung ukuran besar.
5. Cabe rawit dua biji.
6. Garam.
Cara Memasak;
1. Iris dadu semua Tahu dengan ukuran kurang dari satu cm.
2. Goreng Tahu hingga matang.
3. Masak mie instan hingga matang, tiriskan.
4. Haluskan semua bumbu, tumis hingga harum dengan dua sendok minyak goreng.
5. Setelah tumisan bumbu mengharum, tambah air 200cc (segelas lah).
6. Masukkan Tahu yang sudah di goreng, masak hingga bumbu meresap.
7. Masukkan bumbu mie instan,tunggu sebentar, lalu masukkan mie yang
sudah ditiriskan, aduk sebentar saja lalu.......
8. Angkat dan ........
mie siap di hidangkan
SELAMAT MENCOBA....!!!
Ni resep masakan, boleh juga tuk sarapan dengan porsi makan biasa.
Bisa untuk 3 gelintir manusia yang gak rakus-rakus amat. Dengan membeli satu bungkus mie instan yang harganya kurang dari 2.000 rupiah dan tahu sepotong yang juga berharga kurang dari 2.000 rupiah kita dah bisa makan bersama 3 orang teman, masakan ini dalam kategori masakan "opo ono ne" gak berlaku bagi yang kehidupannya dah mapan. Waktu memasaknya pun tak lebih dari sepuluh menit,asal bahan-bahan dah siap.....
Lantas aku belum punya nama tuk resep ini jadi silakan sebut apa saja semau kalian,..Nah...!
Bahan;
1. Tahu satu potong.
2. Mie instan (goreng) satu bungkus.
3. Minyak goreng dua sendok makan
Bumbu;
1. Kunyit satu cm.
2. Merica lima butir.
3. Daun jeruk dua lembar.
4. Bawang putih satu siung ukuran besar.
5. Cabe rawit dua biji.
6. Garam.
Cara Memasak;
1. Iris dadu semua Tahu dengan ukuran kurang dari satu cm.
2. Goreng Tahu hingga matang.
3. Masak mie instan hingga matang, tiriskan.
4. Haluskan semua bumbu, tumis hingga harum dengan dua sendok minyak goreng.
5. Setelah tumisan bumbu mengharum, tambah air 200cc (segelas lah).
6. Masukkan Tahu yang sudah di goreng, masak hingga bumbu meresap.
7. Masukkan bumbu mie instan,tunggu sebentar, lalu masukkan mie yang
sudah ditiriskan, aduk sebentar saja lalu.......
8. Angkat dan ........
mie siap di hidangkan
SELAMAT MENCOBA....!!!
Membias Angan
By; Antok Walet Ireng
Memeluk rembulan diperaduan
Mendekap erat begitu pasti
Sediam malam tanpa ungkapan
Sebab hati terlalu mengerti
Biarlah hening sementara singgah
Menungguhi waktu dengan sgala doa
Seperti malam, hanya sepintas datang
Berganti fajar yang segera menjelang
Jangan terpedaya mata dialam fikir
Pandangan fana sebatas jala-jala
Tengoklah hati yang tak bisa mungkir
Dari segenap makna walau tanpa suara
Memeluk rembulan diperaduan
Biarlah hening sementara singgah
Biaskan saja angan menjadi genangan telaga mimpi
Menuai rindu diantara bait-bait puisi
Yang bermekaran ditaman cinta kasih
Memeluk rembulan diperaduan
Mendekap erat begitu pasti
Sediam malam tanpa ungkapan
Sebab hati terlalu mengerti
Biarlah hening sementara singgah
Menungguhi waktu dengan sgala doa
Seperti malam, hanya sepintas datang
Berganti fajar yang segera menjelang
Jangan terpedaya mata dialam fikir
Pandangan fana sebatas jala-jala
Tengoklah hati yang tak bisa mungkir
Dari segenap makna walau tanpa suara
Memeluk rembulan diperaduan
Biarlah hening sementara singgah
Biaskan saja angan menjadi genangan telaga mimpi
Menuai rindu diantara bait-bait puisi
Yang bermekaran ditaman cinta kasih
Keagungan Cinta
By; Antok Walet Ireng
Menulis cinta dikalang sukma
Memendam rindu cemburu pada kalang kalbu
Direlung hati menyimpan kesetiaan
Pada puisi yang kusembunyikan dari kata-kata
Angin dan air menciptakan gelombang
Batu serta karang dihempaskan
Tangguhlah tangguh perkasa asmaraku
Karena mata angin telah dibutakan
Begitu juga sekerling mata air
Angin dan air tak kan mampu mencuri
Secuil hakekat pun dari nuraniku
Hakekat dari sebuah keagungan cinta
Hakekat dari ketulusan rindu
Bahkan hakekat dari sebuah kebangsatan cemburu
Angin dan air kesatria jagat raya
Mampu mengikis kuasa laut gunung
Tapi tidak pada sejasat asmaraku
Yang lembut suci serupa senyum para dewa-dewa cinta
Menulis cinta dikalang sukma
Memendam rindu cemburu pada kalang kalbu
Direlung hati menyimpan kesetiaan
Pada puisi yang kusembunyikan dari kata-kata
Angin dan air menciptakan gelombang
Batu serta karang dihempaskan
Tangguhlah tangguh perkasa asmaraku
Karena mata angin telah dibutakan
Begitu juga sekerling mata air
Angin dan air tak kan mampu mencuri
Secuil hakekat pun dari nuraniku
Hakekat dari sebuah keagungan cinta
Hakekat dari ketulusan rindu
Bahkan hakekat dari sebuah kebangsatan cemburu
Angin dan air kesatria jagat raya
Mampu mengikis kuasa laut gunung
Tapi tidak pada sejasat asmaraku
Yang lembut suci serupa senyum para dewa-dewa cinta
Kamis, 12 April 2012
"Aku Dan Hayal Kasih"
by; walet
kesenyapan mengajak aku tuk bersair
tentang rembulan yang masih setia terangi malam
dalam tabir-tabir tipis arak-arakan awan
hening nya bangunkan mimpi
senja petangku, penuh birahi.
gelora asmara menuang rindu sarat
kini didini yang sejuk segar
kembali aku seperti pemabuk buta
tak tahu angin telah puas setubuhi kekasihku
aku dan hayal seperti sejoli
pada malam terus bersama
bergandeng mesra cumbuhi diammu
semestinya aku tak terbangun
andai engkau kuras peluh di sekujur tubuh ini
arungi hasrat tak habis-habis
tapi aku tetap harus bersyukur
lingkarmu membuat aku hanya tertegun
mendekap rindu hingga hari ini....
(buat seseorang yang tak mau di sebutkan namanya).
SENANDUNG PENAH HITAM
Pena bertinta hitam...
menatap hatiku di serambi pagi...lama.
serasa ia ingin berbicara
tentang aroma ketertegunan lara
Pena bertinta hitam...
pelan-pelan menghampiri
wajahnya tertunduk bersalju
melukis garis-garis awan di lehernya
Pena bertinta hitam...
lirih bertembang sedih
airmatanya merah darah
menetesi jemari hatiku yang letih
Pena bertinta hitam...
tepat didepan hati
bercermin pada mata sang hati
yang sedikit tampak berkaca-kaca
Pena bertinta hitam...
apakah yang terselip di antara urat sarafmu
kenapa engkau tumpahkan tintamu di sekujur hatiku
yang sebagiannya membasah di luka lama?
Pena bertinta hitam...
sungguh aku tak mampu membaca tulisanmu
abstrak keruh warnanya kelabu
bagai seraut sembilu, mataku menjamah.
Pena bertinta hitam...
sampai kapan engkau menungguh hati
dalam dera hari-hariku
yang terasa semakin nian membiru
dilingkar sayap-sayapku yang rapuh
# walet #

BUKTI-BUKTI CINTA ALLAH DAN ROSULNYA
Mengapa manusia harus memperhitungkan untung rugi dalam melakukan perbuatan ibada kepada Allah dan sesamanya, padahal nikmat Tuhan yang berlimpah ruah yang dikaruniakan kepada mereka, tiada pernah mereka hitung dan mereka syukuri. Andaikata mereka menghitung nikmat yang berlimpah ruah itu,maka mustahil mereka mampu melakukannya. Dapatkah manusia menghitung angin dan udara,yang membuatnya bisa bernafas setiap detiknya. Dapat pulakah manusia menghitung kandungan zat-zat yang mengandung vitamin,yang dibawah matahari memasuki tubuhnya di setiap waktu.
Tuhan mengaruniakan rizqi dan lain-lainnya kepada manusia, tidaklah dengan sia-sia seperti yang ada dikebanyakan fikiran manusia
Bila masanya telah tiba maka kita semua akan dihadapkan kepada-Nya, dengan mempra musyafir agama. Apabila bagian-bagian kaum itu memasuki perut kita, maka bagian-bagian tersebut akan berubah menjadi api neraka. Walau nilainya hanya sedikit (sesuap saja), akan tetapi dimata Allah, sama halnya dengan kita makan api neraka sepenuh perut kita. Tiada satu pun manusia yang mengerti akan hal itu, apabila jiwanya telah terhijjab dari kasih sayang Allah.
ertanggung jawabkan segala sesuatu yang kita terima dari-Nya.
Kasih sayang Allah hanya akan siterima manusia, bila mereka mencintai Allah dan hamba-hamba-Nya dengan sungguh hati. Maaf dalam firman Allah;Katakanlah ! Jika kamu benar-benar cinta Allah ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu pula dan sekaligus mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah; Taatilah Allah dan Rosul, jika merka tidak mau mengindahkan ajaranmu ini, maka Allah tidak cinta kepada orang-orang kafir. (QS. Ali Imran ; 31-32).
Jadi didalam mencintai Allah, hendaklah di buktikan dengan menjadi pengikut perjalanan hidup dari orang-orang yang mengabdikan dirinya kepada Allah dengan sungguh hati. Seseorang itu bagi saya tidak dapat dikategorikan(digolongkan) sebagai pecinta Allah dan rosul-Nya selagi mereka di dunia menjadi para pemburu kenikmatan dunia. Jangankan memburunya dengan perbuatan, sedangkan hanya mengingat di dalam hati pun kita di larang-Nya. Hiii serem aku yang nulis gak berani melanjutkan takut semakin dalam aku merenung, yang jelas lihat saja sendiri salah satu ayat dari sekian banyak ayat2 yang serupa makna nya QA. Hud; 15-16...
Ketahuilah bahwa belum tentu risqi yang kita terima itu untuk kita sendiri. Adakalanya Tuhan menitipkan kaum fakir dan yatim piatu ke tangan kita, juga termasuk di dalamnya adalah pa
semoga bermanfaat,
seminggu yg lalu, renungan di tepi jalanan
# Antok Walet Ireng #
Langganan:
Postingan (Atom)